1. Pengertian ADSL
Asymmetric
Digital Subscriber Line ( ADSL ) adalah salah
satu bentuk Digital Subscriber Line, suatu teknologi komunikasi data yang
memungkinkan transmisi data yang lebih cepat melalui kabel tembaga telepon
biasa dibandingkan dengan modem konvensional yang ada.
Gambar 1. Sebuah gateway yang biasa digunakan untuk
membuat koneksi ADSL.Model tersebut juga sebagai akses point wireless dengan
antenna.
Karakter
yang membedakan ADSL dari DSL adalah aliran kapasitas data dari satu arah lebih
besar daripada arah yang lain atau disebut juga asimetris. Para penyelenggara
biasanya memasarkan ADSL sebagai bentuk layanan untuk orang-orang yang
berhubungan dengan Internet relatif lebih pasif, yang menginginkan download
dari Internet tetapi tidak begitu memerlukan untuk menjalankan server yang
tentu saja sangat memerlukan lebar pita yang besar dari segala arah.
Ada
dua macam alasan, yaitu teknis dan pemasaran, mengapa ADSL di banyak tempat
paling banyak ditawarkan ke pengguna rumahan. Dari sisi teknis, sepertinya ada
banyak crosstalk dari sirkuit yang berada di ujung lain letak Digital
subscriber line access multiplexer (DSLAM) (di mana biasanya banyak local loop berdekatan
menjadi satu) melebihi yang diinginkan pelanggan. Tentunya, sinyal upload
terlemah berada pada bagian terbising pada local loop. Itulah yang meyebabkan
mengapa dari sisi teknis laju transimisi tampak lebih tinggi dibandingkan
dengan laju modem milik pelanggan.
Untuk
ADSL konvensional, rata-rata laju downstream dimulai pada 256 kbit/s dan
umumnya dapat mencapai 8 Mbit/s pada jarak 1,5 km (5000 ft) dari kantor sentral
yang dilengkapi DSLAM atau remote terminal.Tempat dimana spittler frekuensi
memisahkan pita sinyal suara untuk jaringan telpon konvensional .Rata-rata laju
upstream dimulai pada 64 kbit/s dan umumnya dapat mencapai 256 kbit/s dan
kadang dapat pula melaju sampai 1024 kbit/s. Nama ADSL Lite biasanya digunakan
untuk versi yang lebih lambat.Data yang dibawa oleh ADSL biasanya disalurkan
melalui jaringan data perusahaan telepon dan akhirnya mencapai jaringan
Protocol Internet konvensional.
2.
Sejarah ADSL
Penelitian tentang cara pentransferan data
berkecepatan tinggi dengan menggunakan saluran telepon sudah lama dilakukan
oleh para ahli. Sedangkan penelitian teknologi ADSL (Asymmetric Digital
Subscriber Line) sendiri pertama kali dimulai pada tahun 1989 yang
dilakukan oleh perusahaan Bell Core. Kemudian diawal tahun 1990 berbagai uji
coba dilakukan di Amerika, Eropa dan Jepang. Pada saat itu aplikasi teknologi
ADSL ini hanya sebatas pada VOD (Video On Demand = menyaksikan
suatu acara seperti program TV, video film dan sejenisnya
sesuai dengan keinginan kita saja). Karena pada VOD kecepatan tinggi untuk
akses pen-download-an (dari server ke user) sangat diperlukan, sedangkan
kecepatan akses peng-upload-an (dari user ke server) tidaklah begitu
dipentingkan. Dengan kata lain kecepatan akses untuk download dan upload pada
VOD berbeda (asymmetric).
ADSL itu sendiri sebenarnya adalah suatu MODEM
yang biasa kita gunakan untuk akses internet dengan “dial up connection”,
bukan suatu sistem sambungan/jaringan. Perbedaan ADSL dengan modem konvensional
yang paling mudah kita jumpai adalah dalam kecepatan pentransferan (upload/download)
data. Walaupun sama-sama menggunakan saluran telepon umum sebagai jalur
komunikasinya, kecepatan pada modem ADSL berkisar antara1.5 Mbps sampai 9 Mbps.
Perbedaan kecepatan yang mencolok diantara keduanya dikerenakan perbedaan penggunaan
frekuensi untuk mengirim sinyal/data.
Pada modem konvesional digunakan frekuensi dibawah 4
kHz, sedangkan pada modem ADSL digunakan frekuensi di atas 4 kHz. Umumnya modem
ADSL menggunakan frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz (lihat gambar 3.1). Inilah
penyebab utama perbedaan kecepatan pentransferan sinyal/data antara modem
konvensional dan modem ADSL.
Perkenalan masyarakat Indonesia sendiri akan ADSL
mulai berkembang saat PT.Telkom yang merupakan perusahaan pengatur jaringan
telpon nasional memperkenalkan program yang disebut sebagai Telkom speedy,yaitu
jaringan khusus dari PT.Telkom untuk penggunaan internet.Dengan melakukan
pemasaran dan promosi-promosi yang gencar,Telkom Speedy berhasil dipasangkan di
kalangan artis remaja.
3.
Pengoperasian
Saat
ini,kebanyakan komunikasi ADSL adalah full-dufflex.Komunikasi ADSL full-duplex
biasanya didapat dengan penggunaan pada sepasang kawat,baik frekuensi division
duplex (FDD),echo-cancelling duplex (ECD),atau time-divisionduplex (TDD).FDD
menggunakan dua pita frekuensi yang terpisah,disebut sebagai upstream dan
downstream bands.Upstream bands digunakan untuk komunikasi dari pengguna akhir
ke kantor sentral telpon.Downstream band digunakan untuk berkomunikasi dari
kantor pusat kepada pengguna khir.
Dengan
standar ADSL (Lampiran A),pita frekuensi dari 26,000 kHz hingga 137,825 kHz
digunakan untuk komunikasi Upstream,sementara 138 kHz-1104kHz digunakan untuk
komuniksi Downstream.Masing0masing kemudian dibagi ke dalam saluran frekuensi
yang lebih kecil pada 4,3125 kHz.Frekuensi-frekuensi saluran ini kadang-kadang
disebut Bin.Selama pelatihan permulaan,modem ADSL melakukan tes pada
masing-masing bin untuk menentukan Signal-to-noise rasio pada frekuensi
masing-masing bin’s.Jarak dari sentral telpon dan karakteristik dari kabel
mengindikasikan bahwa beberapa frekuensi tidak mungkin disebarkan dengan
baik.Dan noise pada kawat tembaga,interferensi dari stasiun radio AM serta
interferensi lokal dan noise listrik pada pelanggaran akhir mengindikasikan
relatif tinggi tingginya tingkat kebisingan yang ada di beberapa
frekuensi.Keduanya berdampak pada signal-to-noise rasio di beberapa bin (pada
beberapa frekuensi) yang mungkin baik atau benar-benar tidak memadai.Sebuah
rasio signal-to-noise yang buruk yang diukur pada frekuensi tertentu
mengartikan bahwa bin tersebut tidak akan digunakan,sehingga kapasitas maksimum
link berkurang tetapi mempunyai fungsional koneksi ADSL lain.
DSL
modem akan membuat rencana tentang bagaimana untuk mengeksploitasi setiap
keranjang yang kadang-kadang disebut alokasi “bit per bin”.Bin tersebut yang
memiliki rasio signal-to-noise (SNR) yang baik akan dipilih untuk mengirimkan
signal yang dipilih dari sebagian besar nilai yang mungkin disandikan
(simpangan kemungkinan ini mengartikan lebih banyak bit data yang terkirim) di
setiap siklus clock utama.Jumlah kemungkinan tidak boleh begitu besar sehingga
penerima mungkin salah mendengar mana yang dimaksidkan di tengah kondidi
noise.Bin yang bernoise hanya diperlukan untuk membawa sedikitnya dua bit,pilihan
hanya dari salah satu dari empat pola yang mungkin,atau hanya satu bit per bin
pada kasus ADSL2+, dan bin yang benar-benar ber-noise tidak digunakan sama
sekali.Jika pola noise versus frekuensi terdengar dalam perubahan bins,modem
DSL dapat mengubah alokasi but-per-bin,dalam proses yang disubut
“bitswap”,dimana bin yang telah menjadi lebih ber-noise hanya di pakai untuk
membawa bit yang lebih sedikit dan saluran lainnya akan di pilih untuk diberi
beban yang lebih banyak.Kapasitas tranfer data DSL modem uang dilaporkan
ditentukan oleh total alokasi bit-per-bin dari semua bin
gabungan.Sinyal-to-noise rasio yang lebih tinggi dan lebih banyak bin yang
digunakan memberikan kapasitas link total yang lebih tinggi,sementara
sinyal-to-noise yang rasio lebih rendah atau lebih sedikit bin digunakan
memberikan kapasitas link rendah.
Kapasitas
total maksimum yang berasal dari penjumlahan bit-per-keranjang yang dlaporkan
oleh DSL modem dan kadang-kadang disebut sync rate.Ini akan selalu
membingungkan karena kapasitas link maksimum berlaku untuk kecepatan transfer
data pengguna akan secara signifikan lebih rendah karena data tambahan yang
disebut overhead protocol ditransmisikan,pengurangan bentuk sekitar 84-87%
umumnya pada koneksi PPPoA menjadi contoh umum.
4.
Instalasi dan Permasalahannya
Karena
caranya yang menggunakan spektrum frekuensi,penyebaran ADSL menyajikan beberapa
masalah.Sehingga diperlukan untuk install filter frekuensi yang sesuai di
lokasi pelanggan,untuk menghindari interferensi dengan layanan suara,sementara
pada saat yang sama menjaga tingkat kebersihan sinyal untuk sambungan ADSL.
Gambar 2 Rencana Frekuensi untuk
ADSL.Daerah merah adalah rentang frekuensi yang digunakan oleh telepon suara
biasa(PSTN),hijau (Upstream) dan biru(Downstream) daerah yang digunakan untuk
ADSL.
Pada awal masa-masa DSL,diperlukan teknisi
instalasi untuk mengunjungi setiap tempat.Sebuah splitter atau microfilter
dipasang dekat titik demarkasi dari saluran data khusus yang terpasang.Dengan
cara ini,sinyal DSL dipisahkan sebelumnya dan tidak dilemahkan dalam tempat
pelanggan.Namun,prosedur ini sangat mahal,dan juga dapat mengakibatkan maslah
dengan pelnggan yang mana mengeluhkan harus menunggu teknisi untuk melakukan
instalasi.Akibatnya,banyak DSL vendor mulai menawarkan pilihan instalasi
mandiri,di mana mereka mengirimkan peralatan dan instruksi kepada
pelanggan.Alih-alih memisahkan sinyal DSL pada titik demarkasi,sebaliknya
dilakukan: sinyal DSL di saring pada setiap outlet telepon dengan penggunaan
Low-pass filter untuk suara dan High-pass filter untuk data,biasanya disertakan
dalam apa yang dikenal sebagai microfilter.Microfilter ini dapat di pasang
langsung ke jack telepon apapun dan tidak memerlukan rewiring di lokasi
pelnggan.
Sebuah
efek samping dari perpindahan ke model menginstall ke model menginstal sendiri
adalah bahwa sinyal DSL bisa tereduksi,terutama jika lebih dari 5 perangkat
voiceband terhubung ke telepon.Signal DSL kini hadir di semua jaringan kabel
telepon digedung,menyebabkan redaman dan echo.Sebuah cara untuk menghindari ini
adalah untuk kembali ke model asli,dan menginstall satu filter hulu dari semua
jack telepon di gedung,kecuali untuk jack untuk modem DSL yang akan
terhubung.Karena ini memerlukan perubahan wiring oleh pelanggan dan mungkin tidak
bekerja pada beberapa kabel telepon rumah tangga,maka jarang dilakukan.Hali ini
biasanya lebih mudah untuk menginstallfilter pada setiap jack telpon yang
digunakan.
Gambar 3 Spektrum Frekuensi saluran modem ADSL
Sinyal
DSL dapat terdegrasi oleh saluran telepon yang lebih tua,pelindung lonjakan
arus,microfiters dirancang yang buruk,gangguan frekuensi radio,suara listrik
dan kabel telepon ekstensi panjang.Sambungan kabel telepon ini biasanya dibuat
dengan konduktor tembaga ukuran kecildengan multi-alur yang tidak memerlukan
twist pasangan pengurangan kebisingan.Kabel seperti ini lebih rentan terhadap
gangguan elektromagnetik dan memiliki redaman lebih daripada kabel padat
twistied-pair yang biasanya di transfer ke jack telepon.
5.
Ciri-ciri ADSL
ADSL
sendiri memiliki bermacam-macam jenis dengan kecepatan, jenis router, USB dan
perangkat lain yang ada di dalamnya. Misalnya ada yang dapat dipakai untuk dua
komputer dengan menggunakan sambungan USB, tapi ada juga yang dapat digunakan
untuk empat komputer dengan koneksi LAN Ethernet.
Namun ada baiknya dalam memilih modem ADSL, kita memilih menggunakan modem yang
memiliki tombol on dan off. Hal ini dimaksudkan supaya kita
dapat mengatur penggunaan koneksi sebanyak yang kita butuhkan dan menghemat
biaya koneksi yang digunakan. Terlebih di Indonesia masih menggunakan
penghitungan waktu atau banyaknya bandwidth yang
digunakan.
Hal
penting lain yang dimiliki oleh modem ADSL adalah adanya lampu indikator yang
berguna mengetahui jalannya proses koneksi yang terjadi. Umumnya lampu yang ada
pada modem ADSL adalah lampu PPP, Power,
DSL. Ada juga lampu tambahan bila kita menggunakan koneksi Ethernet dan USB.
Dari
tiga lampu indikator yang ada pada modem, yang terpenting adalah lampu PPP dan DSL.
Di mana lampu DSL menunjukkan koneksi sudah terhubung dengan baik
pada line. Sementara lampu PPP menunjukkan adanya arus data ketika
seseorang melakukan browsing.
Setelah
perangkat lengkap, hal yang penting dalam penggunaan ADSL di Indonesia adalah
penggunaan IP modem dan password.
Hal ini digunakan untuk melindungi penggunaan layanan bagi konsumen yang
diberikan olehprovider. IP yang kita miliki akan menjadi gerbang untuk memasuki
jaringan. Jika kita mengubah password untuk login, maka kita
perlu memasukkan kembali sesuai perubahan yang dilakukan. Bila seluruh proses
ini berhasil dilalui, maka selanjutnya kita sudah dapat berkoneksi Internet
dengan ADSL.
Penggunaan
ADSL di Indonesia saat ini tidak hanya berkisar hanya di pulau Jawa saja, tapi
juga sudah meluas sampai ke luar Jawa. Seperti Bali dan Sumatera. Walaupun
kualitas yang ditawarkan memang masih banyak mengalami masalah, namun adanya
ADSL dalam berkoneksi Internet sangatlah membantu dibandingkan dengan cara lama
yang menggunakan sistem dial-up.
4.
Cara
penggunaan ADSL
Cara-cara
penggunaan ADSL di Indonesia, pertama-tama kita terlebih dahulu harus memiliki
perangkat ADSL. Setelah memiliki perangkat ADSL, kita harus memeriksa
keberadaan nomor telepon rumah kita di layanan Telkom Speedy,
apakah sudah terdaftar atau belum. Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah,
seberapa jauh jarak antara gardu Telkom dengan rumah kita. Karena dalam ADSL,
jarak sangat berpengaruh pada kecepatan koneksi Internet. Setelah memastikan bahwa
nomor telepon sudah terdaftar dan jarak sudah diperhitungkan, yang harus kita
lakukan selanjutnya adalah pemasangan ADSL pada sambungan telepon.
Untuk
menyambungkan antara ADSL dengan line telepon, kita menggunakan
sebuah alat yang disebut sebagai Splitter atau
pembagi line. Splitter ini berguna untuk menghilangkan gangguan
ketika kita menggunakan modem ADSL. Sehingga nantinya kita tetap dapat
menggunakan Internet dan menjawab telepon secara bersamaan.
5.
Kelebihan ADSL
Pembagian
frekuensi menjadi dua, yaitu frekuensi tinggi untuk menghantarkan data,
sementara frekuensi rendah untuk menghantarkan suara dan fax.
Bagi
pengguna di Indonesia yang memakai program Speedy, penggunaan ADSL membuat
kegiatan Internet menjadi jauh lebih murah. Sehingga kita dapat berInternet
tanpa khawatir dengan tagihan yang membengkak.
a. Koneksi internet selalu tersambung
setiap saat dan tetap dapat menggunakan telepon.
b. Stabilitas kecepatan koneksi tidak
dipengaruhi oleh jumlah pemakai.
c. Kecepatan transfer data jauh lebih
tinggi daripada modem biasa.
d. Menghemat biaya investasi, karena
operator tidak perlu melakukan penggantian jaringan kabel telepon eksisiting
untuk membangun infrastruktur broadband secara cepat.
e. Pembagian frekuensi menjadi dua,
yaitu :
· Frekuensi tinggi untuk menghantarkan
data.
· Sementara frekuensi rendah untuk
menghantarkan suara dan fax.
f. Bagi pengguna di indonesia yang
memakai program speedy, penggunaan ADSL membuat kegiatan internet menjadi jauh
lebih murah. Sehingga kita dapat berinternet tanpa khawatir dengan tagihan yang
membengkak.
6.
Kekurangan
ADSL
Adapun
kualitas dari ADSL saat ini masih memiliki kekurangan.
i.
Seperti sangat berpengaruhnya jarak pada kecepatan
pengiriman data. Semakin jauh jarak antara modem dengan PC, atau saluran
telepon kita dengan gardu telepon, maka semakin lambat pula kecepatan mengakses
Internetnya.
ii.
Tidak semua software dapat menggunakan modem ADSL
semisal Mac. Cara yang dipakai pun akan lebih rumit dan ada kemungkinan
memakan waktu lama, tapi pada modem adsl jenis terbaru management modem dapat
di lalukan via web interface sehingga tingkat kompatibilitas nya meningkat dan
menjadikan modem adsl dapat digunakan pada setiap jenis pc selama pc
bersangkutan memiliki ethernet card .
iii.
Adanya load
coils yang
dipakai untuk memberikan layanan telepon ke daerah-daerah, sementara load
coils sendiri adalah peralatan induksi yang menggeser frekuensi pembawa ke
atas. Sayangnya load coils menggeser frekuensi suara ke frekuensi yang biasa
digunakan DSL. Sehingga mengakibatkan terjadinya interferensi dan ketidak
cocokkan jalur untuk ADSL.
iv.
Adanya Bridged
tap,
yaitu bagian kabel yang tidak berada pada jalur yang langsung antara pelanggan
dan CO. Bridged tap ini dapat menimbulkan noise yang mengganggu
kinerja DSL.
v.
Penggunaan fiber optic pada saluran telepon digital
yang dipakai saat ini. Di mana penggunaan fiber optic ini tidak sesuai dengan
sistem ADSL yang masih menggunakan saluran analog yaitu kabel tembaga, sehingga
akan sulit dalam pengiriman sinyal melalui fiber optic.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar